Categories
Uncategorized

Mengalahkan Diri Sendiri; Itu Nama Tantangannya

Tidak pernah menyangka akan menjadi b aja alias biasa aja selama tidak kemana-mana. Yaiyalah, hampir 7 bulan ini nggak keluar kota. Sedekat Magelang atau Solo juga enggak, padahal biasanya sebulan sekali adalah ngluyur sebentar ke Solo meski hanya untuk nyicip Selat Solo Mbak Viens (eh, kayaknya saya belum bikin ulasan jajanan di Solo ya? Besok deh, tak bikinke).

Kalau diteliti dan kembali menyadari, ya banyak banget hal yang tidak saya lakukan dalam sebuah tantangan bernama Mengalahkan Diri Sendiri tersebut. Paling dekat sekali ya kembali bersepeda setelah hiatus sekian puluh hari. Mengambil rute awal dekat rumah saja, kemarin pas awal sekali setelah sekian puluh hari itu saya bisa menyelesaikan 5 km dengan baik. Ya namanya juga setelah lama ndak sepedaan, engap di awal itu pasti tapi saya ndak copot masker. Lajunya yang saya kurangi, santai saja. Pulang pergi kemarin total sekitar sepuluhan kilo. Lumayan, Dek!

Selang sehari dan menyelesaikan dengan baik beberapa kilo di atas pas awalan dan menyenangkan. Kemarin sore, berakhir dengan 10kiloan saja karena takut hujan. Haha. Sudah oke biyanget itu, karena hampir ndak jadi wong malas melanda. Haha!

Sebagai orang yang seneng biyanget rebahan dan memeng tenan obah, beberapa hari belakangan itu sebuah pencapaian menuju akhir tahun yang menyenangkan. Ndak usahlah saya berbicara tentang menjadi kurus, diet, dan tips serta trik bersepeda. Blas! Saya ndak tahu. Namun, kembali ngaspal dan menggerakkan kaki untuk menggenjot itu membuat saya senang. Membuat saya sebentar lupa dengan beberapa hal yang mengganjal dipikiran. Terkadang, bisa nemu insight baru dan bersyukur akan hidup yang saya jalani. Tak perlu juga langsung fondo dan harus selesai sekian km dengan sekian menit. Ndak, deh. Saya ndak seambisius itu. Saya tetap realistis. Ini wae sudah apik biyanget, nget, nget. Tenin. Nuwun, Gusti.

Hal lain? Bisa tidur cepat sebetulnya, namun ya karena beberapa hari belakangan juga saya makin betah mantengin layar hape sebelum tidur, kegiatan Tugas alias Turu Gasik ya tetep saja molor. Semoga nanti malam ndak molor. Rasane nang awak ki hakdesh tenan nek turu wengi ki. Ya Allah, wes renta sekali saya kayaknya ­čÖü

Alon-alon, mengko lak yo kelakon.

Saya, menyadari, bukan orang yang mudah bangun pagi. Um, jadi gini, bengi angel turu, sekaline iso turu, le tangi angel. Mumet kan? Eh, lebih tepate, angel tangi esuk. Bedo ra kiro-kiro? Haha. Ya intine gitu, saya rodo angel tangi esuk. Itulah kenapa saya lebih suka pit-pit an sore hare meski kadang yo wedi nek kewengen le bali ngepit. Haha.

Selain sore, saya lebih sering pit-pit an sendiri atau maksimal 4 orang saja. Ndak perlu banyak yang sampai iri-iritan dan ngebak-ngebaki dalan. Mesakne laine, dan karena nek grup kecil kan kekarepane ra akeh. Luwih gampang le ngepasne jadual dan kekarepan. Misale njajakne yo ora cucul duit akeh, yo angkringan wae. Hehe.

Semoga bisa konsisten mengalahkan diri sendiri, khususnya hal yang ndak baik ditinggalkan. Kalau njenengan, sampai dengan hari ini, sudah seberapa menang dari diri njenengan di hari kemarin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *